Konsumsi Minuman Berenergi Dapat Merusak Ginjal, Mitos atau Fakta?

Sahabat #RSColumbiaAsia apakah Anda salah satu yang sering mengkonsumsi minuman berenergi? Mari, simak penjelasannya
 
Minuman berenergi adalah minuman yang berkhasiat dalam meningkatkan energi, stamina, performa fisik, konsentrasi, suasana hati dan dapat mengatasi kelelahan. Karena memiliki fungsi-fungsi diatas minuman ini kerap dicari oleh masyarakat untuk mengatasi ngantuk dan lelah. Kandungan dalam minuman berenergi adalah kafein, yang berfungsi sebagai perangsang (stimulant) sistem saraf, yang dapat membuat tubuh menjadi tetap terjaga. Minuman berenergi mengandung kandungan gula yang tinggi dalam bentuk fruktosa, sukrosa, pemanis buatan serta beragam zat seperti ginseng, taurin, glukoronolakton, guarana, L-karnitin, inositol, asam sorbat, dan vitamin, walaupun dalam jumlah yang kecil.
 
Efek samping dari minuman berenergi paling sering terjadi pada organ jantung, saraf dan otak. Walaupun lebih jarang terjadi, minuman berenergi juga berdampak terhadap saluran cerna dan ginjal.  Berikut dampak konsumsi minuman berenergi pada ginjal:
 
  1. Meningkatkan Frekuensi Berkemih dan Risiko Dehidrasi
Kafein memiliki efek diuretik, yang artinya kemampuan untuk meningkatkan produksi urine. Itu yang membuat Anda sering buang air kecil ketika setelah mengkonsumsi minuman yang berkafein, termasuk minuman berenergi. Kafein juga berfungsi untuk meningkatkan pembuangan garam (natrium) dalam urin. Natrium berfungsi untuk menahan cairan di dalam tubuh, sehingga tubuh tidak kekurangan cairan. Namun, banyaknya natrium dan cairan yang terbuang setelah mengkonsumsi kafein bisa menyebabkan tubuh berisiko mengalami dehidrasi.
 
  1. Menyebabkan Kerusakan Pada Ginjal
Mengkonsumsi minuman berenergi dengan berlebihan dan dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko kerusakan pada ginjal seperti:
  • Gagal ginjal akut yaitu kondisi menurunnya fungsi ginjal yang terjadi secara mendadak. Yang menyebabkan hal ini terjadi karena kandungan kafein, taurine, ekstrak ginseng dan gula yang berlebihan. Terlalu berlebihan mengkonsumsi minuman berenergi dengan kandungan yang telah disebutkan diatas dapat menyebabkan naiknya tekanan darah dan gangguan aliran pada ginjal. Hal ini yang menyebabkan gagal ginjal akut.
  • Gagal ginjal kronis yaitu kondisi gagalnya fungsi ginjal dan ini terjadi pada struktur dan fungsi ginjal yang berkembang secara bertahap selama minimal 3 bulan. Dalam satu kaleng minuman berenergi terdapat sekitar 54 gram atau sama dengan 13 sendok teh gula. Terlalu banyak gula yang berlebih dalam jangka panjang bisa meningkatkan resiko terjadinya obesitas dan diabetes. Kedua kondisi ini yang akhirnya menyebabkan gagal ginjal kronis.
Jadi Sahabat #RSColumbiaAsia, pendapat bahwa minuman berenergi memiliki dampak buruk bagi ginjal adalah fakta. Dampak ini terjadi apabila mengkonsumsi minuman berenergi secara berlebihan dan dalam jangka panjang.  Sebaiknya bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan penyakit ginjal jangan mengkonsumsi minuman berenergi.
 
Anda disarankan untuk membatasi konsumsi minuman berenergi tidak lebih dari 500 ml atau 1 kaleng per hari dan disamping itu perbanyak juga minum air putih untuk mencegah terjadi dehidrasi.
 
Sumber:
dr. Olivia, M.Kes
Medical Services Executive
RS Columbia Asia Medan

Referensi:
https://www.alodokter.com/minuman-berenergi-dampaknya-buruk-bagi-ginjal-mitos-atau-fakta
https://news.detik.com/berita/d-915993/awas-konsumsi-minuman-energi-berlebih-bisa-ganggu-ginjal-
https://www.kompasiana.com/meldyelfa/580a21e8c923bd832d40a9b1/bagaimana-minuman-energi-menyebabkan-gangguan-ginjal?page=all
Kementrian Kesehatan RI , 2015. Konsensus Nutrisi pada Penyakit Ginjal Kronik. Perhimpunan Nefrologi Indonesia. Jakarta 
PERNEFRI 2011. Konsensus Nutrisi Pada Penyakit Ginjal Kronik. Perhimpunan Nefrologi Indonesia. Jakarta
Delima, et al. 2017. Faktor Risiko Penyakit Ginjal Kronik: Studi Kasus Kontrol di Empat Rumah Sakit di Jakarta Tahun 2014. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta.