Bronkoskopi: Deteksi Masalah pada Saluran Pernapasan

November 26, 2018


Bronkoskopi merupakan salah satu prosedur tindakan dengan menggunakan alat bronkoskop yang terbuat dari serat fiber optik untuk mengetahui kondisi saluran napas, mulai dari hidung, mulut, faring, pita suara, trakhea, bronkus dan percabangannya.
 
Bronkoskop memiliki dua tipe yang pertama adalah bronkoskop rigid (kaku)  yang sudah dikenal sejak abad ke 19 dan yang kedua adalah flexible (lentur) bronkoskop yang terbuat dari serat optik. Flexible Bronkoskop memungkinkan kita untuk melihat visual hingga bronkus perifer.
 
Bronkoskop dimasukkan bisa melalui hidung atau mulut. Alat ini dilengkapi dengan kamera dan cahaya, sehingga dokter dapat melihat dengan jelas kondisi jalan napas dan bagian dalam paru. Dokter juga dapat mengambil gambar dan melakukan evaluasi terhadap kondisi paru.
 
Bronkoskop juga dilengkapi dengan lubang yang memungkinkan peralatan tertentu dapat masuk kedalamnya, sehingga dokter dapat melakukan pembersihan saluran napas, pengambilan sampel untuk menegakkan diagnosis, menghentikan perdarahan di saluran pernapasan bahkan mengambil benda asing yang masuk ke dalam paru-paru.
 
Bronkoskopi digunakan untuk menegakkan diagnosis penyakit dari suatu keluhan batuk yang tidak kunjung sembuh, mengambil spesimen dahak untuk mengetahui penyakit paru, melakukan biopsi jaringan untuk menentukan kanker paru, mencari lokasi sumber perdarahan di paru dan menentukan lokasi sumbatan jalan napas.
 
Bronkoskopi juga digunakan untuk melakukan terapi terhadap penyakit paru antara lain; Membersihkan jalan napas dari sekret saluran napas, menghilangkan sumbatan jalan napas akibat mukus/dahak, menghentikan perdarahan saluran napas, mengeluarkan benda asing dari saluran napas dan bahkan menghancurkan tumor yang menutupi saluran napas. Selain itu bronkoskopi juga dilakukan untuk menilai kondisi paru-paru sebelum dan sesudah operasi toraks.
 
Prosedur tindakan bronkoskopi dimulai dari persiapan, sebelum tindakan pasien dipuasakan selama 5-8 jam, minum obat-obatan premedikasi sebelum tindakan, menghentikan obat-obatan pengencer darah. Tindakan ini dapat dilakukan dengan bius lokal pasien tetap sadar atau dengan bius umum pasien ditidurkan.
 
Karena tindakan ini memasukkan alat ke saluran napas maka pasien dihubungkan ke alat alat yang dapat memantau tanda vital pasien selama tindakan dan oksigen diberikan melalui hidung atau mulut.
 
Walaupun memberikan sedikit rasa tidak nyaman terhadap pasien pada dasarnya tindakan bronkoskopi ini sangat aman. Setelah tindakan mungkin pasien akan mengalami perdarahan ringan, suara serak dan radang yang akan mengalami perbaikan dalam  beberapa hari.
 
Sumber:
dr. Risky Akaputra, Sp.P
Rumah Sakit Columbia Asia Pulomas
Jl. Kayu Putih Raya No.1
Pulomas, Jakarta, Indonesia
Kode Pos 13210
Tel. +6221 2945 9999
E: customercare.pulomas@columbiaasia.com