Bulimia: ciri-ciri dan penyebabnya

February 05, 2016



Bulimia merupakan bahasa latin dari sebuah kata Yunani boulimia, yang artinya “extreme hunger” alias lapar yang amat sangat. Gangguan ini mencakup episode konsumsi sejumlah besar makanan secara cepat, diikuti dengan perilaku seperti muntah, puasa, atau olahraga berlebihan, untuk mencegah terjadinya berat badan bertambah.

Bulimia Nervosa adalah kelainan cara makan yang terlihat dari kebiasaan makan berlebihan yang terjadi secara terus menerus dan lebih banyak terjadi ada wanita. Kelainan tersebut biasanya merupakan suatu bentuk penyiksaan terhadap diri sendiri. Yang paling sering dilakukan oleh lebih dari 75% orang dengan bulimia nervosa adalah membuat dirinya muntah, puasa, dan olahraga yang berlebihan. Gangguan fisik lainnya berupa nyeri abdomen (perut) atau mual, menghentikan pesta makan, yang sering kali diikuti oleh rasa bersalah, depresi atau muak terhadap diri sendiri.

Penderita bulimia nervosa makan dalam jumlah yang sangat berlebihan (menurut riset, rata-rata penderita bulimia nervosa mengkonsumsi 3.400 kalori setiap satu seperempat jam, padahal kebutuhan konsumsi orang normal hanya 2.000 – 3.000 kalori per hari). Kemudian berusaha keras mengeluarkan kembali apa yang dimakannya, dengan cara memuntahkan kembali atau dengan menggunakan obat pencahar.

Terdapat dua tipe penderita bulimia, yaitu:
 
  1. Tipe yang memuntahkan kembali makanan setelah sangat kenyang. Dilakukan dengan menusukkan jari ke tenggorokan, atau dengan menggunakan obat pencahar, maupun obat-obatan lain. Tujuannya agar makanan tidak sempat dicerna oleh tubuh sehingga tidak menambah berat badan.
     
  2. Penderita bulimia yang berolahraga berlebihan setelah makan. Tujuannya agar energi yang dihasilkan dari makanan dapat langsung dibakar dan habis.
     
Banyak penderita bulimia memiliki berat badan yang normal dan kelihatannya tidak ada masalah yang berarti dalam hidupnya. Biasa mereka orang-orang yang kelihatan sehat, sukses di bidangnya, dan cenderung perfeksionis. Namun, di balik itu, mereka memiliki rasa percaya diri yang rendah dan sering mengalami depresi. Mereka juga menunjukkan tingkah laku yang kompulsif, misalnya, mengutil di pasar swalayan (kleptomania), atau mengalami ketergantungan pada alkohol.
 


Efek Bulimia pada Tubuh


CIRI-CIRI BULIMIA
 
  • Makan dalam jumlah yang sangat banyak secara berulang-ulang, biasanya dua kali dalam seminggu atau sedikitnya dalam tiga bulan.
     
  • Ketika sedang makan, tidak dapat mengontrol dirinya sehingga dia selalu makan dalam jumlah berlebih. Selalu cemas dengan bentuk badannya.
     
  • Bila selesai makan dalam jumlah yang banyak, biasanya penderita bulimia selalu pergi ke kamar mandi untuk memuntahkan kembali apa yang telah dia makan.
     
  • Selalu mengkonsumsi obat pencahar dan pelancar pencernaan.
     
  • Tersisih dari aktivitas sosial.
     
  • Keadaan untuk selalu memuntahkan makanan yang dimakan ini, bila dibiarkan terus-menerus akan membahayakan tubuh karena hal ini dapat mengakibatkan rusaknya keseimbangan mineral dalam tubuh, seperti sodium dan potasium. Yang kemudian terjadi adalah tubuh sering merasa lelah, berdebar-debar, detak jantung yang tidak teratur, dan tulang keropos.
     
  • Kemungkinan yang bisa terjadi jika kita mengalami muntah berulang-ulang, yaitu dapat merusak lambung dan saluran esofagus (saluran yang membawa makanan ke lambung) karena memaksa lambung berkontraksi secara tidak wajar. Tidak hanya itu, asam lambung yang keluar bersama muntah membuat gusi menyusut dan mengikis email gigi. Ruam di kulit, pecahnya pembuluh darah di muka, dan menstruasi yang tidak teratur pun bisa terjadi
     
  • Penyakit yang demikian sangat berbahaya karena dapat menyebabkan
    • Pengikisan email gigi
       
    • Pembengkakan kelenjar ludah di pipi (kelenjar parotis)
       
    • Peradangan kerongkongan.
       
    • Berkurangnya kadar kalium dalam darah, sehingga terjadi gangguan irama jantung.
       
FAKTOR PENYEBAB BULIMIA
 
  • Masalah keluarga
     
  • Perilaku mal-adaptif (perilaku yang tidak normal)
     
  • Pertentangan identitas diri
     
  • Budaya yang terlalu menitik beratkan kepada penampilan fisik
     
  • Masa pubertas
     
  • Gangguan adaptasi
     
  • Lingkungan
     
  • Penerimaan teman sebaya
     
  • Media
     


Dampak fisik yang umumnya terjadi:
 
  1. Kehilangan selera makan, hingga tidak mau mengkonsumsi makanan apapun.
     
  2. Luka pada tenggorokan dan infeksi saluran pencernaan akibat terlalu sering memuntahkan makanan.
     
  3. Lemah, tidak bertenaga.
     
  4. Sulit berkonsentrasi.
     
  5. Gangguan menstruasi
     
  6. Rambut rontok dan kulit kering dan Masalah pencernaan.
     
  7. Erosi dan lubang pada gigi serta penyakit gusi.
     
  8. Dehidrasi
     
  9. Iritasi dan pembengkakan tenggorokan.
     
  10. Pembengkakan pada pipi.
     
  11. Kematian
     
Dampak fisik secara tidak langsung juga akan memengaruhi kondisi psikis seseorang, sehingga masalah psikologis yang muncul pada mereka adalah:
 
  1. Perasaan tidak berharga
     
  2. Sensitif, mudah tersinggung, mudah marah
     
  3. Mudah merasa bersalah
     
  4. Kehilangan minat untuk berinteraksi dengan orang lain
     
  5. Tidak percaya diri, canggung berhadapan dengan orang banyak
     
  6. Cenderung berbohong untuk menutupi perilaku makannya
     
  7. Minta perhatian orang lain
     
  8. Depresi (sedih terus menerus)
     
Jika anda atau orang terdekat anda memiliki ciri-ciri yang mengarah kepada Bulimia, segera lakukan penanganan dengan konsultasi lebih lanjut ke Psikolog kami Rumah Sakit Columbia Asia Medan.


dr. Andy Chandra S.Psi, M.Psi - Psikolog

Rumah Sakit Columbia Asia Medan
Jl. Listrik No. 2A Medan, Sumatera Utara
+6261 4566 268
E: customercare.medan@columbiaasia.com