Cedera Saat Lari Jangan di Pijat !

September 20, 2017


Olahraga lari semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat. Terbukti dengan berbagai event lari mulai dari lari 5K atau lari marathon yang selalu ramai. Lari sendiri atau berkelompok memang bisa menjadi olahraga yang menyenangkan. Apalagi lari tidak membutuhkan peralatan khusus seperti olahraga lain. Cukup dengan running shoes, hampir semua orang bisa melakukannya. Ditambah gadget pemutar musik, olahraga lari agar semakin semangat dan menyenangkan.

Namun perlu dicermati, semua bentuk olahraga berpotensi mengalami cedera. Dan perlu kita ketahui cara yang tepat jika cedera itu kita alami. Karena jika salah dalam penanganan malah berpotensi cederanya bertambah berat. Sering terjadi kekeliruan di masyarakat kita, biasanya setelah cedera akan diberikan balsam hangat hingga dibawa ke tukang pijat. Padahal pada fase awal cedera pijatan harus dihindari.

Tahukan Anda kenapa cedera akut tidak boleh diberikan pijatan?
Penjelasan ilmiahnya seperti ini, setiap kasus cedera akut maka terjadi pelebaran pembuluh darah disekitar jaringan yang cedera. Sehingga dengan dilakukan pijatan bahkan ditambah pemberian sesuatu yang panas seperti balsam justru akan tambah memperlebar pembuluh darah. Bisa dibayangkan bila cedera yang sudah bengkak terus dilakukan pijatan dan pemberian balsam? pastinya akan bertambah bengkak. Nah lalu seperti apa cara yang tepat menangani cedera akut:

R – Rest. Istrirahatkan segera bagian tubuh yang mengalami cedera. Jangan paksakan untuk terus bergerak karena bisa membuat tingkat cederanya bertambah berat.
I - Ice. Berikan kompresi es pada bagian tubuh yang cedera selama 15-20 menit pada 24 jam pertama. Efek dingin yang ditimbulkan yaitu penyempitan pembuluh darah sehingga mengurangi terjadinya pembengkakkan, memar, dan rasa sakit
C - Compression. Balut otot yang cedera dengan sesuatu pembalut yang elastis. Pembalutan ini bertujuan untuk mengurangi pembengkakan yang terjadi.
EElevation. Meninggikan bagian tubuh yang cedera (lebih tinggi dari jantung). Hal ini untuk mengurangi aliran darah pada daerah yang cedera, contoh misalnya cedera pada otot kaki maka angkatlah kaki dan sandarkan pada permukaan yang lebih tinggi.

Namun jika cedera kerusakan jaringan terlampau lebih parah lagi sehingga perlu penanganan khusus terhadap cidera tersebut. Karena metode R.I.C.E sifatnya hanya membantu meminimalisir kerusakan jaringan pada fase awal.

‘Dengarkan’ tubuh Anda, tubuh Anda memberikan isyarat bila ada yang salah. Jangan abaikan tanda-tanda tubuh Anda. Ada cedera  yang bisa disembuhkan dengan istirahat satu atau dua hari, memerlukan penanganan lebih lanjut, bahkan bila merupakan cedera serius Anda mau tidak mau harus  menemui dokter ahli untuk memperoleh diagnosia dan rencana perawatan yang tepat. Dalam banyak kasus juga runner membutuhkan fisioterapi untuk memulihkan kondisi atau mencegah cedera terjadi.

Sumber:

Ajat Sudrajat, S.FT
Rumah Sakit Columbia Asia Pulomas

Jl. Kayu putih Raya No.1
Pulomas, Jakarta, Indonesia
Kode pos 13210
Tel. +6221 2945 9999
E: customercare.pulomas@columbiaasia.com