Interventional Pain Management di Rumah Sakit Columbia Asia Semarang

December 30, 2015



Nyeri merupakan keluhan yang paling sering dirasakan oleh masyarakat . Sekitar 40% pasien yang datang ke rumah sakit mengeluh nyeri. Menurut International Association for the Study of Pain ( IASP ), nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang dikaitkan dengan kerusakan jaringan yang nyata atau yang berpotensi menimbulkan kerusakan. Berdasarkan definisi tersebut, nyeri selain mempunyai komponen biologis yaitu kerusakan jaringan, juga mengandung komponen psikologis dan sosial. Berdasarkan lamanya nyeri, dibedakan menjadi nyeri akut dan nyeri kronis. Nyeri akut biasanya disebabkan oleh kerusakan jaringan. Nyeri kronis dirasakan lebih dari 12 minggu (3 bulan).

Pengobatan nyeri secara konvensional menggunakan obat-obat anti nyeri. Namun, pada nyeri kronis sering kali sulit untuk dikelola sehingga memerlukan obat dengan dosis tinggi atau obat golongan opioid dan berpotensi menimbulkan ketergantungan. Konsumsi obat-obat anti nyeri jangka panjang dapat menimbulkan efek samping yang membahayakan seperti iritasi dan perdarahan lambung serta kerusakan fungsi ginjal.

Pengelolaan nyeri merupakan hal yang kompleks dan berbeda dari satu pasien ke pasien lainnya. Pada nyeri yang diakibatkan penyakit tertentu ( misalnya HNP/ jepitan saraf ), operasi bisa menjadi salah satu cara mengatasi nyeri. Tetapi, jika pasien tidak bersedia operasi, ada alternatif lain yang bisa dilakukan yaitu dengan Interventional Pain Management (IPM).

IPM ini merupakan proses minimal invasif karena tidak perlu sayatan, tidak perlu rawat inap dan tidak perlu persiapan rumit, serta anestesi yang digunakan lokal.

Dengan IPM, kita melakukan intervensi pada nyerinya. Tetapi bukan berarti IPM bisa menggantikan 100 persen prosedur operasi. IPM ini tidak hanya bertujuan untuk meredakan berat dan lamanya nyeri, tetapi juga membuat pasien akan tidur lebih nyenyak, lebih nyaman bersosialisasi, dan kualitas hidupnya meningkat.

Nyeri yang dibiarkan tanpa penanganan yang benar akan membawa pengaruh negatif dalam kehidupan sehari-hari diantaranya dapat menimbulkan depresi, kelelahan, gangguan pola tidur, penurunan nafsu makan, kelainan postur dan mobilitas tubuh, menurunkan stamina, gangguan suasana hati ( mood), serta menganggu karir dan pekerjaan. Pendekatan IPM diyakini dapat menjadi alternatif dan cocok bagi pasien yang sudah lelah berobat dengan pengobatan nyeri konvensional tanpa membuahkan hasil.



Beberapa nyeri yang bisa dilakukan IPM, antara lain :
 
  • Nyeri kepala akibat gangguan saraf atau sendi tulang leher
     
  • Nyeri wajah / kepala jenis tertentu misalnya Neuralgia Trigeminal
     
  • Nyeri leher
     
  • Nyeri bahu
     
  • Nyeri pada anggota gerak ( lengan, tungkai, tangan, kaki dan sendi )
     
  • Nyeri pinggang
     
  • Nyeri tulang ekor
     
  • Nyeri akibat gangguan saraf simpatis
     
  • Entrapment saraf diberbagai tempat, misalnya di pergelangan tangan, siku, kaki, dll
     
  • Nyeri kanker
     
  • Dan nyeri yang lain


Di Rumah Sakit Columbia Asia Semarang, tindakan IPM ini dilakukan oleh dokter spesialis saraf dan dokter spesialis anestesi. Untuk IPM, RS Columbia Asia Semarang dilengkapi peralatan paling modern diantaranya RadioFrequency, Ultrasonografi (USG) dan C-Arm ( alat pemindai medis dengan teknologi X-Ray akurasi tinggi ).
 
  • Teknik IPM yang dikerjakan di Rumah Sakit Columbia Asia Semarang, antara lain :
     
  • RadioFrequency ( RF )


RadioFrequency adalah suatu prosedur yang digunakan untuk mengurangi nyeri dengan cara mengalirkan aliran listrik yang di produksi oleh gelombang radio untuk memanaskan bagian saraf tertentu, sehingga rangsang nyeri di daerah tersebut dapat dihentikan. Radiofrequency Ablation ini akan mengubah sensitivitas saraf penghantar nyeri. Teknik ini dipandu dengan C-Arm atau USG, sehingga meningkatkan ketepatan sasaran, efektifitas dan mengurangi komplikasi.
 
  • Musculoskeletal Injection Ultrasound guided


Penyuntikan obat steroid dan anestesi lokal di sekitar saraf, sendi atau otot yang nyeri dengan dipandu USG.


dr. Hamidah Msi.Med, Sp.S - Spesialis Saraf

Rumah Sakit Columbia Asia Semarang
Jl. Siliwangi No. 143, Semarang
Jawa Tengah, Indonesia
Kode Pos 50145
Tel. +6224 762 9999
E: customercare.semarang@columbiaasia.com