Manfaat Donor Darah Bagi Kesehatan

June 14, 2017


Darah merupakan salah satu komponen terpenting dalam tubuh manusia. Setetes darah dapat menjadi sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan.
 
Kementerian Kesehatan memperkirakan saat ini ketersediaan darah di Indonesia jauh dari angka ideal. Kurangnya ketersediaan darah diperkirakan akibat dari rendahnya kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darahnya. Manfaat donor darah ternyata bukan hanya pada penerima, tetapi juga bagi pendonor sendiri. Terutama bila mendonorkan darahnya secara rutin dan berkala. Dokter Umum RS Columbia Asia, dr Mahabara Yang Putra (Abba) MD mengatakan, dengan melakukan donor darah, pendonor akan memberikan sedikit darah dari dalam tubuh agar dapat dimanfaatkan guna membantu orang lain.
 
Sekitar 200 ml – 450 ml darah diambil dari dalam tubuh ketika melakukan donor darah. ‘’Bagi pasien yang membutuhkan, mendapatkan donor darah dapat menyelamatkan nyawa pasien. Ada beberapa kondisi yang membutuhkan donor darah, seperti kecelakaan, transplantasi organ. Lalu yang memiliki penyakit kronis dan kritis seperti kanker, anemia, anemia sel sabit, hemofilia, dan lain sebagainya,’’ kata dia melaui release-nya, kemarin.
 
Ganti Volume Darah
 
Menurutnya, setelah mendonorkan darah, tubuh akan menggantikan volume darah dalam waktu kurang lebih 48 jam. Semua sel darah merah yang hilang akan diganti dalam waktu empat sampai delapan minggu, dengan sel darah merah yang baru. Sel-sel darah merah yang baru akan membantu tubuh tetap sehat dan bekerja lebih efisien dan produktif. ‘’Bagi pendonor, manfaat yang diambil adalah dapat menjaga kesehatan jantung dan membuat darah mengalir lebih lancar.
 
Donor darah dapat membantu memperlancar aliran darah hingga mencegah penyumbatan arteri. Satu penelitian menunjukkan bahwa rajin mendonorkan darah dapat menurunkan risiko serangan jantung hingga 88%,” sebutnya.
 
Dijelaskan, donor darah juga berguna untuk meningkatkan produksi sel darah merah. Ketika melakukan donor darah, sel darah merah akan berkurang. Sumsum tulang belakang pun segera memproduksi sel darah merah baru guna menggantikan yang hilang. Rajin melakukan donor darah berarti membuat tubuh menstimulasi pembentukan darah baru yang segar. ‘’Sebelum melakukan donor darah, akan dilakukan pengukuran suhu tubuh, tekanan darah, nadi, dan kadar hemoglobin. Setelah donor darah selesai dilakukan, darah akan dikirim ke laboratorium untuk menjalani serangkaian tes yang berbeda,” terangnya.
 
Tak hanya itu, donor darah juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker. Berkurangnya zat besi yang berlebih dalam tubuh saat melakukan donor darah dapat mengurangi risiko terkena kanker. Besi dianggap sebagai salah satu zat penyebab meningkatnya radikal bebas dalam tubuh yang dapat menjadi faktor risiko terjadinya kanker dan penuaan. ‘’Yang terpenting, donor darah dapat membuat pendonor untuk lebih sehat secara psikologis. Sebuah penelitian dalam bidang psikologi menunjukkan bahwa orang yang mendonorkan darahnya dengan tujuan menolong orang lain memiliki risiko kematian yang lebih rendah,” ungkapnya.


Sumber :
dr Mahabara Yang Putra (Abba) MD
 
Rumah Sakit Columbia Asia Semarang

Jl. Siliwangi No. 143, Semarang
Jawa Tengah, Indonesia
Kode Pos 50145
Tel. +6224 762 9999
E: customercare.semarang@columbiaasia.com