Mengatasi Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain)

December 13, 2018


Nyeri punggung bawah terjadi pada 80 persen populasi dewasa berkisar umur 30-50 tahun. Di Amerika, nyeri punggung bawah ini merupakan salah satu penyebab disabilitas utama dan merupakan salah satu penyebab seseorang datang berobat ke rumah sakit.

Apa itu Nyeri Punggung Bawah?
 
Nyeri punggung bawah merupakan nyeri kronis pada area punggung bawah yang berlangsung selama berbulan-bulan. Penyebab dari nyeri pinggang bawah ini banyak sekali diantaranya yang paling sering ialah akibat cedera (trauma), proses degeneratif, infeksi, maupun penyebab lainnya yang lebih jarang.
 
Berat badan dan postur yang salah merupakan bagian dari gaya hidup yang dapat menyebabkan munculnya nyeri punggung bawah ini. Postur yang kurang baik diantaranya adalah:
  • Mengangkat barang berat dengan posisi membungkuk
  • Posisi duduk yang tidak ergonomis
 Sehingga yang sering terjadi ialah herniasi diskus/HNP (Herniated Nucleus Pulposus), yang ditandai dengan adanya jepitan saraf akibat tonjolan pada bantalan diskus tulang belakang.
Pada yang berusia lanjut selain HNP dapat disertai juga dengan proses degenerative lainnya pada sendi tulang belakang, munculnya pengapuran pada area ruas tulang belakang, penebalan jaringan pelapis saraf tulang belakang, semuanya ini pada akhirnya menyebabkan jepitan pada saraf menjadi lebih banyak.
 
Gejala yang muncul jika sudah seperti ini bukan hanya nyeri pada punggung bawah saja, tetapi juga adanya nyeri terus menerus yang menjalar dari punggung, ke bokong maupun sampai ke kaki (nyeri radikuler). Bahkan pada kasus yang berat dapat menyebabkan kesulitan dalam berjalan kaki akibat nyeri yang hebat jika digunakan untuk berjalan.

 
Maka dari itu nyeri punggung bawah sebisa mungkin segera ditangani dan tidak ditelantarkan. Pengobatan bisa dimulai dari yang sederhana dahulu seperti modifikasi gaya hidup, berupa mengurangi berat badan dan memperbaiki postur tubuh dalam aktivitas sehari-hari Anda. Jika tidak ada pengurangan, baru disarankan menemui dokter, dimana penatalaksanaan nyeri punggung bawah ini akan dimulai dari pengobatan konservatif terlebih dahulu. Sebagian kasus ini pulih dengan penanganan konservatif seperti obat-obatan dan fisioterapi.
 
Kasus-kasus nyeri punggung bawah yang tidak mengalami perbaikan setelah menjalani penanganan konservatif masih bisa ditangani dengan penanganan minimal invasif seperti suntikan, radiofrekuensi dan PLDD (Percutaneous Laser Disc Decompression). Metode ini diharapkan bisa membantu untuk mengurangi nyeri punggung bawah dengan angka keberhasilan yang cukup baik. Memang pada kasus-kasus yang sangat berat yang biasanya dialami pada usia lanjut dan ditandai dengan ketidakmampuan untuk berjalan, operasi kemungkinan merupakan suatu pilihan untuk memperbaiki keadaannya.
 
Khusus mengenai PLDD merupakan suatu metode minimal invasif untuk tatalaksana nyeri pada herniasi diskus atau saraf terjepit. Prinsip PLDD ialah mengurangi ukuran diskus yang menonjol dengan menggunakan laser yang keluar melalui jarum, sehingga jepitan pada saraf berkurang. Dengan angka keberhasilan yang cukup baik metode ini bisa digunakan pada nyeri punggung bawah yang disebabkan oleh herniasi diskus, sehingga pasien dengan kriteria yang cocok tidak perlu menjalani operasi dengan sayatan yang besar. Namun bagaimana pun juga diperlukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda untuk menilai apakah Anda cocok dengan metode ini.


Sumber:
dr. M. Fachry Lubis, Sp.OT
Rumah Sakit Columbia Asia Pulomas
Jl. Kayu Putih Raya No.1
Pulomas, Jakarta, Indonesia
Kode Pos 13210
Tel. +6221 2945 9999
E: customercare.pulomas@columbiaasia.com