Mengenal Lebih Jauh Retinopathy Diabetik

June 20, 2018


Seiring bertambahnya usia, maka kemungkinan terserang penyakit akan semakin banyak dan beragam. Salah satunya gangguan pada mata khususnya pada bagian retina. Retina sendiri adalah lapisan saraf di bagian belakang mata yang menangkap gambar yang dilihat mata dan mengirimkan informasinya ke otak agar dapat diterjemahkan oleh otak. Kerusakan pada retina disebut retinopathy. Sedangkan retinopathy diabetic adalah kerusakan pada retina yang disebabkan oleh penyakit diabetes dimana pembuluh darah pasien terganggu karena aliran darah yang tidak baik.
 
Menurut dokter spesialis mata dari RS Columbia Asia Semarang, dr. Inga Mulyani Dewi S, Sp.M pada tahap awal, retinopathy biasanya tidak memunculkan gejala yang terlihat. Gejala adanya kerusakan pada retina biasanya baru dapat diketahui pada tahap lanjutan. Gejala tersebut antara lain penglihatan kabur, sulit melihat saat malam, munculnya benang tipis atau tikit dalam penglihatan (biasa disebut floaters), penglihatan yang berubah – ubah, ketidakmampuan untuk melihat warna dengan benar, dan adanya titik gelap atau lubang dalam pandangan.
 
Retinopathy diabetik dapat didiagnosa melalui serangkaian pemeriksaan pada mata, selain dari melihat jejak rekam medisnya secara menyeluruh. Pemeriksaan mata biasanya bertujuan untuk menentukan kondisi retina dan macula. Pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah dengan mengukur tajam penglihatan, foto retina atau funduscopy untuk melihat kondisi retina, dan terkadang dibutuhkan pula pemeriksaan gonioskopi. Faktor resiko yang akan memperberat retinopathy diabetik adalah lamanya diabetes melitus, kehamilan, darah tinggi, kelainan ginjal merokok, obesitas, dan anemia.
 
Sebagai pencegahan terhadap gangguan penglihatan ada baiknya untuk menjaga kadar gula darah. Langkah- langkah lain yang bisa dilakukan adalah melakukan kegiatan aerobik, seperti jalan kaki setidaknya selama dua setengah jam setiap minggu, memulai diet makan yang sehat dan berimbang yang sesuai dengan kondisi, kurangi asupan gula, garam, dan lemak, mengurangi berat badan bagi penderita obesitas, berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol, berhenti merokok, minum obat diabetes atau insulin sesuai anjuran dokter, pantau kadar kolesterol , pantau kadar gula darah sesuai dengan instruksi dokter, dan selalu waspada jika merasakan perubahan pada penglihatan. Pemeriksaan mata dan tekanan darah yang rutin juga merupakan langkah pencegahan awal agar penyakit tidak berkembang menjadi lebih buruk.
 
Sumber:
dr. Inga Mulyani Dewi S, Sp.M
Rumah Sakit Columbia Asia Semarang
Jl. Siliwangi No.143
Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Kode Pos 50145
Tel. +6224 762 9999
E: customercare.semarang@columbiaasia.com