Obesitas Sentral Sangat Beresiko oleh dr. Yushila Meyrina, M.Si, Sp.GK

March 29, 2019


PERUT buncit, yang juga dikenal sebagai obesitas sentral (central obesity), merupakan akumulasi lemak di perut yang mengakibatkan peningkatan ukuran perut dan daerah di sekitar pinggang.

Obesitas sentral telah lama terbukti memiliki kaitan dengan munculnya berbagai masalah kesehatan. Lantas, apa yang menyebabkan terjadinya obesitas sentral ini?
Dokter gizi Rumah Sakit Columbia Asia Semarang dr. Yushila Meyrina, M.Si, Sp.GK menuturkan, obesitas sentral sebenarnya dikategorikan sebagai penyakit yang memberikan banyak dampak negatif, baik bagi kesehatan fisik hingga psikologis.

Obesitas sentral menjadi berbahaya karena didalamnya berkumpul berbagai macam penyakit. Mulai dari hyperlipidemia, suatu penyakit yang mengakibatkan kadar lemak (kolesterol, trigliserida, atau keduanya) dalam darah meningkat sebagai manivestasi kelainan metabolisme atau transportasi lemak/lipid.
Obesitas atau kegemukan terjadi karena konsumsi makanan yang melebihi kebutuhan kalori perhari. Bila kelebihan ini terjadi dalam jangka waktu lama dan tidak diimbangi dengan aktivitas yang cukup untuk membakar kelebihan kalori, lambat laun kelebihan kalori tersebut akan diubah menjadi lemak dan ditimbun sebagai jaringan lemak dibawah kulit sehingga orang tersebut akan menjadi gemuk.

Beberapa yang mengalami obesitas sentral, kata Yushila tidak akan berobat ketika belum merasakan sakit. Pola makan dan gaya hidup menurutnya menjadi salah satu faktor penyebab obesitas sentral.

Padahal, memiliki tubuh yang langsing dan berat badan ideal tentu saja lebih banyak memberikan manfaat positif untuk tubuh kita. Jika seseorang mengalami obesitas, tentu saja banyak penyakit yang bisa timbul karenanya.

Jika Anda saat ini sedang mengalami kegemukan atau obesitas, maka sudah saatnya menjalani program diet sehat. Tetapi sebelum memutuskan untuk menjalani diet sehat untuk menguruskan badan, ada baiknya memahami dulu tentang perhitungan indeks massa tubuh (IMT).
Apa ukuran seseorang dikatakan memiliki berat badan yang kurang, normal, dan berlebih? Cara mudah untuk melihat seseorang gemuk atau tidak adalah dari IMT. Indikator ini dipakai oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan institusi-institusi kesehatan.
Yang dimaksud IMT (Index Massa Tubuh) atau Body Mass Index (BMI) adalah dimana Berat Badan (kg) dibagi Tinggi Badan (m) kuadrat. Berat Badan disebut ideal atau gemuk bila memenuhi kriteria sebagai berikut:
• Berat Badan Kurang » IMT/BMI Kurang Dari 18,5
• Berat Badan Normal » IMT/BMI 18,5 - 22,9
• Berat Badan Pra Obesitas » IMT/BMI 23 - 24,9
• Berat Badan Obesitas I » IMT/BMI 25 - 29,9
• Berat Badan Obesitas II » IMT/BMI Lebih Dari 30

                                                           

Lalu, bagaimana membuat berat badan menjadi normal? Menurut dokter Yushila, dapat dilakukan dengan olahraga teratur untuk membakar kelebihan kalori serta lemak dan menjaga pola makan. Memahami kadar makanan yang dikonsumsi juga dibutuhkan.

''Gambaran untuk mencapai tubuh proporsional itu sebenarnya masyarakat sudah paham, tetapi banyak yang melanggarnya sendiri. Misalnya, tidak mengonsumsi nasi, tetapi suka minum manis atau makan pecel dengan sambal kacang yang banyak, ditambah kerupuknya tiga. Satu kerupuk itu mengandung 100 kalori, belum nambah mendoannya yang mengandung 150 kalori, ya sama saja,'' paparnya.

Apalagi, kebiasaan makan sebelum tidur juga menjadi penyebab lemak di tubuh menumpuk. Kalori yang masuk ke tubuh hanya dipecah sedikit tidak ada aktifitas yang merubahnya menjadi energi sehingga berubah menjadi lemak.

''Maka dari itu disarankan, makan malam terakhir empat jam sebelum tidur,'' ujarnya.

Mengatur aktifitas sehari-hari, motivasi hidup sehat, pola pikir positif ditambah mengatur pola makan serta olah raga minimal 30 menit menurutnya menjadi program diet yang disarankan.

''Diet yang seimbang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kalori sesuai umur, jenis kelamin dan berat badan. Untuk ibu rumah tangga, kebutuhannya setiap hari sekitar 1500 kalori. Kalau jurnalis sekitar 1800-1900 kalori ditambah banyak mengonsumsi air putih minimal dua liter per hari. Dengan hidup sehat, kualitas hidup pun akan lebih baik. Tubuh, itu mencerminkan apa yang dimakan,'' jelasnya.

Sumber:
dr. Yushila Meyrina, M.Si, Sp.GK
Rumah Sakit Columbia Asia Semarang




Jadwal Praktek:
Senin - Jumat   : 09.00-13.00