Lakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) Sebelum Terlambat

February 19, 2018


Menyerang satu dari delapan wanita, kanker payudara memegang peringkat kedua setelah kanker paru-paru sebagai penyebab kematian akibat kanker. Bagi Anda yang memiliki riwayat kanker payudara dalam keluarga Anda, kesadaran dan deteksi dini meningkatkan taraf keberhasilan pengobatan dan harapan hidup. Maka itu perlu dilakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri).
 
SADARI adalah cara mudah untuk mendeteksi kanker payudara sedini mungkin. SADARI sebaiknya dilakukan satu minggu setelah periode haid, pada saat payudara mulai melunak. Pemeriksaan payudara sendiri umumnya bertujuan untuk mengetahui bentuk payudara normal, menyadari ada tidaknya perubahan pada payudara, dan agar perubahan apa pun dapat segera dikonsultasikan dan tidak terlambat ditangani.

Bagaimana Cara Melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri)?

Berikut adalah langkah-langkah melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri):
  1. Kita mengamati dengan teliti kedua payudara kita di muka cermin tanpa berpakaian dengan kedua tangan diangkat ke atas, pindahkan tangan ke pinggang dan kemudian condongkan badan ke depan, lihat apakah sama bentuk antara payudara kiri dan kanan
  2. Rapatkan dan tekanlah telapak tangan dengan kuat sehingga payudara menonjol ke depan sambil terus mengamati apakah ada benjolan, kulit mengerut seperti kulit jeruk, atau cekungan seperti lesung pipi dan puting susu yang tertarik ke dalam.
  3. Pencet dan urutlah pelan-pelan daerah sekitar puting sampai ujung puting dan amati apakah keluar cairan yang tidak normal, seperti kekuning-kuningan yang terkadang bercampur darah seperti nanah. Harus dibedakan dengan ASI pada perempuan yang menyusui.
  4. Pada posisi berbaring letakkan bantal dibelakang punggung, tangan kanan diletakkan di belakang kepala, dan gunakan tangan kiri untuk memeriksa payudara sebelah kanan.
  5. Rabalah dengan ujung dari tiga jari tengah yang dirapatkan, lakukan gerakan memutar dengan tekanan lembut tapi mantap dimulai dari pinggir menuju ke puting searah putaran jarum jam. Lakukan hal yang sama pada payudara kiri seperti pada payudara kanan
  6. Beri perhatian khusus pada daerah kuadran atas luar dekat ketiak karena sebagian besar kanker ditemukan pada daerah tersebut.
Jika ditemukan benjolan atau perubahan pada payudara, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendiagnosis kelainan.

Pemeriksaan Klinis Payudara oleh Petugas Kesehatan Terlatih

Tahap 1
Pemeriksaan klinis oleh tenaga kesehatan dimulai dengan inspeksi atau pengamatan. Pengamatan dilakukan untuk melihat apakah ada ada perbedaan antara payudara kiri dan kanan, adanya benjolan, perubahan kulit dan lain-lain.

Tahap 2
Dilanjutkan Palpasi atau perabaan payudara. Hal ini dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya benjolan yang belum tampak. Apabila ditemukan benjolan, harus diperiksa apakah ada kemungkinan keganasan dan lain-lain. Setelah pemeriksaan payudara juga akan dilakukan pemeriksaan kelenjar getah bening di daerah sekitar tulang belikat dan sekitar ketiak.

Tahap Lanjutan
Deteksi dini lebih lanjut dapat dilakukan dengan pemeriksaan:
  1. Ultrasonografi (USG): Dianjurkan terutama bagi perempuan usia kurang dari 35 tahun
  2. Mamografi: Dianjurkan terutama bagi perempuan usia lebih dari 35 tahun

Sumber:

Dr. Reza Musmarliansyah, SpB (K) Onk
Rumah Sakit Columbia Asia Pulomas
Jl. Kayu Putih Raya No.1
Pulomas, Jakarta, Indonesia
Kode Pos 13210
Tel. +6221 2945 9999
E: customercare.pulomas@columbiaasia.com