Sering BAB Berdarah, Bisa Jadi Indikasi Kanker Usus Besar

February 12, 2019


Jangan anggap remeh jika Anda sering mengalami sulit Buang Air Besar (BAB). Apalagi, jika feses (tinja) yang keluar disertai darah. Bagi sebagian besar masyarakat, mengeluarkan darah semasa buang air besar tentunya sungguh merisaukan, lebih-lebih di kalangan mereka yang lanjut usia. Tetapi, masalah tersebut biasanya hanya dianggap sepele dan bukan masalah besar karena pendarahan akan berhenti selepas beberapa saat sebelum mendapatkan perawatan.

Apalagi jika Anda telah beberapa kali melakukan pengobatan ke dokter tetapi masih seringkali mengalami BAB berdarah, karena bisa jadi ini bukan gejala ambeien biasa. Tapi merupakan gejala kanker usus besar (kolon). Meskipun memang Anda juga tidak harus langsung panik, karena memang tidak selamanya BAB berdarah itu tanda-tanda kanker usus besar. Menurut dr. Witjitra Darmana Samsuria, Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam RS Columbia Semarang, selama ini banyak pasien yang menganggap biasa BAB tidak lancar yang kemudian terjadi berak darah dan dibiarkan terus menerus. Celakanya setelah berlarut larut baru diperiksakan ke dokter dan ternyata kanker usus besar.

Yang sangat disayangkan adalah kebanyakan masyarakat enggan untuk pergi memeriksakan gejala kanker usus besar ke dokter karena malu atau bahkan tidak berpikir dirinya mungkin terkena kanker ini. Padahal deteksi jenis ini merupakan prosedur yang mudah dan sederhana. Untuk itu perlu dilakukan deteksi dini dan skrining untuk mengurangi penderitaan dan meningkatkan harapan hidup, karena penyakit ini bisa disembuhkan jika ditemukan secara dini serta bisa dicegah dengan pola hidup yang baik dan sehat.

“Ketika sudah terlambat biasanya kanker kolon sudah membesar dan timbul gejala-gejala lokal seperti menutup jalan BAB sehingga fungsinya terganggu. Banyak pasien mengira hanya ambeien biasa kemudian diobati obat ambeien saja padahal merupakan tanda kanker kolon. Lebih baik diperiksa secara lebih intensif karena bisa juga ambeien disebabkan oleh tumor,” terangnya.

Tanda dan gejala kanker usus besar yang mungkin timbul biasanya ada darah di dalam tinja, sering kelelahan, mual, muntah-muntah, nyeri perut yang terus menerus, penurunan berat badan yang tidak diinginkan. Awal mulanya mungkin hanya bermula dari tumor jinak namun jika dibiarkan saja akan berkembang menjadi kanker ganas 5 – 10 tahun kemudian. Penyakit kanker merupakan penyakit keganasan yang timbul ketika sel tubuh mengadakan mutasi menjadi sel kanker yang kemudian tumbuh cepat dan tidak lagi memperhatikan tugasnya sebagai sel normal.

“Sedangkan yang dimaksud dengan kanker kolon adalah sel ataupun jaringan yang abnormal yang tumbuh dan berada di usus besar. Kanker kolon sebagaimana sifat kanker lainnya, memiliki sifat dapat tumbuh dengan relatif cepat, dapat menyusup atau mengakar ke jaringan disekitarnya serta merusaknya, dapat menyebar jauh melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ yang jauh dari tempat asalnya tumbuh, seperti ke lever, paru-paru, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan baik,” terangnya.

Penyebab kanker usus besar sendiri sangatlah bervariasi sebagian disebabkan oleh faktor keturunan, sebagian lagi disebabkan oleh berbagai penyebab umum tumor ganas, misal makanan kurang serat, jaringan yang tumbuh kecil diabaikan, faktor kegemukan dan usia. Faktor – faktor resiko ika ada keluarga yang telah mempunyai riwayat kanker kolon lebih dianjurkan untuk diperiksa lebih awal. Jika terdeteksi lebih dini penderita mempunyai kesempatan sembuh lebih besar.

“Di negara-negara maju biasanya disarankan diatas umur 50 tahun sekali seumur hidup harus dilakukan pemeriksaan skrining colonoscopy (semacam kamera yang dimaksukkan melalui dubur untuk melihat adakah kelainan) atau bisa juga dilakukan pemeriksaan yang lebih simpel dengan diperiksa tinjanya untuk diskrining oleh laboratorium yang bisa dilakukan rutin per tahun jika positif dilakukan kolonoskopi,” ujarnya.

Sedangkan untuk penanganan dan pengobatan kanker kolon dapat berbeda tergantung pada kondisi pasien dan berat –ringan penyakit yang dideritanya. Pilihan pengobatannya adalah jika jaringannya masih jinak (tumor) sebelum berkembang keganasan bisa dibersihkan sekaligus lewat colonoscopy. Jika ditemukan gejalanya sudah merupakan kanker yang ganas maka akan dilakukan pemotongan usus di bagian yang terkena.

Kanker kolon lebih sering terjadi pada usia yang semakin tua. Lebih dari 90% orang yang menderita penyakit ini berusia 50 tahun ke atas. Namun kini banyak orang muda berusia di bawah 40 tahun didiagnosa menderita penyakit ini. Gaya hidup modern seperti mengkonsumsi makanan olahan serba instan, bukan saja memaksa usus besar menghadapi berbagai kebiasaan tidak alami, tapi juga mengundang risiko mengidap penyakit yang bisa berujung pada kematian ini.

 “Untuk pencegahannya, telah terbukti peran makanan berserat sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit dan komponen penting dalam terapi gizi. Kecukupan konsumsi serat pangan dari sayur, buah pada pola makan sehari-hari dapat mengurangi risiko kanker kolon. Selain itu pola hidup sehat dengan berolahraga secara teratur menjadi upaya pencegahan penyakit sejak dini,” tambahnya.

Saat ini, kanker kolon menempati urutan ketiga di kelompok penyakit kanker sebagai penyebab kematian. Tingkat kematiannya mencapai 608 ribu kematian di seluruh dunia. Sementara itu, sebanyak 60% kasus justru terjadi di negara berkembang. Deteksi dini menjadi semakin penting manakala ada indikasi rasa sakit perut yang tidak hilang dengan pengobatan maag atau diare biasa.

Perhatikan juga perubahan pola buang air besar, seperti feses berlendir atau berdarah. Ada baiknya lakukan tes kesehatan secara berkala untuk mendeteksi gejala kanker usus besar sejak dini. Ya, deteksi dini adalah kuncinya. Kesehatan itu tentunya sangatlah penting, pada penyakit apapun, jika sedini mungkin mengetahuinya maka pengobatannya pun akan menjadi lebih mudah.
 
 
Sumber:
dr. Witjitra Darmana Samsuria, Sp.PD
Rumah Sakit Columbia Asia Semarang


Jadwal Praktek:
Senin, Selasa, Kamis & Jumat : 16.30 – 19.00 WIB