Inilah Alasan Imunisasi Anak Sejak Dini Itu Penting!

November 15, 2019



Sahabat #RSColumbiaAsia, tahukah Anda bahwa imunisasi penting untuk dilakukan sejak dini. Sistem imun anak yang baru lahir belum dapat bekerja secara optimal seperti sistem imun yang dimiliki oleh orang dewasa. Dengan adanya imunisasi, artinya Anda bisa melindungi anak Anda dari berbagai risiko penyakit di masa yang akan datang. Imunisasi adalah cara memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga kebal akan serangan kuman penyakit, baik itu bakteri, virus, jamur, parasit, dan lainnya. 
Imunisasi dilakukan dengan cara memberikan vaksin kepada anak. Hal ini akan membantu sistem imun anak memproduksi antibodi khusus untuk melawan jenis-jenis penyakit tertentu. Vaksin mengandung kuman versi jinak atau nonaktif dari suatu kuman penyakit tertentu yang telah dilemahkan. Setelah masuk ke dalam tubuh, kuman jinak ini tidak akan menyebabkan penyakit tapi justru membiarkan sistem imun anak mengenali dan mengingatnya sebagai ancaman.
Setelah itu, sistem imun akan membentuk antibodi yang secara spesifik akan bekerja melawan jenis kuman tersebut. Jika suatu saat nanti ada kuman yang aktif masuk ke dalam tubuh anak, sistem imunnya akan siap membunuhnya dengan antibodi khusus tersebut. Maka hal inilah yang dapat membantu anak terlindungi dari berbagai macam penyakit berbahaya.
 
Daftar imunisasi wajib di Indonesia
Di Indonesia, tiap anak di bawah umur satu tahun wajib melengkapi lima jenis imunisasi dasar. Idealnya, tidak boleh ada anak yang tidak mendapat imunisasi. Lima imunisasi wajib ini adalah vaksin hepatitis B, vaksin polio, vaksin TBC (BCG), vaksin campak dan vaksin kombinasi (pentavalen DPT-HB-HiB). Masing-masing dari kelima vaksin ini berguna untuk mencegah anak terkena penyakit polio, campak, tuberkulosis (TBC), difteri, pertusis atau batuk rejan, tetanus, dan hepatitis B.
Selain imunisasi yang sifatnya wajib, ada juga yang berupa vaksinasi tambahan yang dapat diberikan sesuai kebutuhan dalam rangka melindungi diri dari penyakit tertentu. Imunisasi tambahan juga dapat disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak Anda setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.
Bagaimana jika anak telat imunisasi?
Mungkin Anda sebagai orang tua sempat lupa untuk membawa anak ke dokter anak untuk diimunisasi. Mungkin anak Anda juga sedang kurang sehat seperti batuk, pilek, demam, atau diare saat jadwal imunisasinya tiba sehingga Anda harus menunggu dulu sampai dirinya sembuh.
Jika jadwal imunisasi anak terlewat atau telat, sebaiknya Anda segera konsultasi dengan dokter untuk segera diimunisasi agar anak tidak berisiko tertular penyakit. Pemberian vaksin yang tidak sesuai jadwal tidak menjadi masalah, asalkan jenis imunisasi wajibnya sudah lengkap semua saat anak berusia 1 tahun.
Pemberian imunisasi sebenarnya aman dan masih dianjurkan meskipun ia sedang sakit ringan seperti batuk, pilek, infeksi telinga, atau demam ringan. Namun, sebaiknya tetap konsultasi dulu dengan dokter soal kondisi anak sebelum melakukan imunisasi.
 
Bagaimana jika bayi tidak imunisasi sama sekali?
Perlu Anda dipahami bahwa vaksinasi memang tidak menjamin 100% efektif untuk mencegah penyakit. Namun, manfaatnya akan lebih besar dari risikonya. Jikapun anak tertular dan sakit, gejala yang dialami akan jauh lebih ringan dan mudah diobati ketimbang tidak diimunisasi sama sekali.
Jika tidak mendapat imunisasi, anak Anda akan lebih berisiko tertular dan mengalami sakit yang lebih parah. Jika anak tidak diimunisasi, mereka juga akan mempunyai risiko lebih tinggi untuk terkena komplikasi yang dapat menyebabkan kecacatan, bahkan kematian.
Hal ini terjadi karena tubuhnya tidak diperkuat dengan sistem pertahanan khusus yang bisa mendeteksi jenis-jenis penyakit berbahaya tertentu. Tubuh tidak dapat mengenali virus penyakit yang masuk sehingga tidak bisa melawannya. Hal ini akan membuat kuman penyakit semakin mudah berkembang biak dan menginfeksi tubuh anak.
 
Referensi:
https://www.who.int/
https://www.kemkes.go.id/
 
 
Sumber:
dr. Imelda Pingkan M, SpA
Spesialis Anak
RS Columbia Asia Pulomas